Saturday, August 13, 2011

Minggu 1: 13-14 Agustus 2011

Liverpool Gagal Petik Kemenangan Pertama

Liverpool sempat unggul terlebih dahulu di babak pertama.

Sabtu, 13 Agustus 2011, 23:09 WIB
Muhammad Hasits
Luis Suarez (yahoosports)

VIVAnews - Liverpool mengawali laga pembuka musim ini dengan kurang menyakinkan. The Reds hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Sunderland di Stadion Anfield, Sabtu, 13 Agustus 2011.

Laga ini berjalan cukup keras sepanjang 90 menit. Terbukti, delapan kartu kuning keluar dalam laga tersebut.

Bermain di kandang sendiri, Liverpool sejak menit awal langsung bermain agresif. Bahkan, saat laga baru memasuki menit ke-5, Liverpool mempunyai peluang lewat titik putik. Sayang, Luis Suarez yang menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Pemain asal Uruguay ini akhirnya menebus kesalahannya pada menit ke-11. Suarez akhirnya menjebol gawang tamunya lewat tandukan kepalanya. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Keunggulan yang sudah ada di depan mata harus buyar saat laga memasuki babak kedua. Gawang Liverpool akhirnya kebobolan lewat gol Sebastian Larsson. Gol terjadi pada menit 57.

Hingga laga usai, tidak ada lagi gol yang tercipta. Kedudukan tetap berakhir imbang, 1-1.

Susunan pemain

Liverpool: Reina, Flanagan, Carragher, Agger, Jose Enrique, Lucas, Adam, Henderson (Dirk Kuyt 61'), Suarez (Raul Meireles 75'), Downing, Carroll.

Sunderland: Mignolet, Bardsley, Brown, Ferdinand, Richardson, Larsson (David Vaughan 81'), Cattermole, Colback, Elmohamady, Sessegnon, Gyan (Dong-Won Ji 66').

Hasil pertandingan Liga Inggris lainnya

Blackburn R. 1 - 2 Wolverhampton W.
Fulham 0 - 0 Aston Villa
Queens Park R. 0 - 4 Bolton W.
Wigan Athletic 1 - 1 Norwich C.

• VIVAnews

Liverpool Buang Peluang

Rejdo Prahananda - Okezone
Sabtu, 13 Agustus 2011 23:01 wib
Foto: Luis Suarez dalam pertandingan kontra Sunderland (AP Photo)
Foto: Luis Suarez dalam pertandingan kontra Sunderland (AP Photo)
LIVERPOOL – Sempat memimpin satu gol, Liverpool ternyata gagal memanfaatkan kesempatan meraup angka penuh saat menjamu Sunderland di Anfield. The Red harus puas bermain imbang 1-1. Gol Sebastian Larsson di awal babak kedua, membuyarkan kemenangan Liverpool yang telah lebih unggul lewat gol cepat Luis Suarez, 12 menit laga baru berlangsung.

Membuka musim kompetisi Premier League di musim 2011/12 ini. Berbekal pemain berkelasnya, Liverpool langsung menunjukkan jati diri sebagai tim terkuat di pertandingan pertama kontra Sunderland.

Berinisiatif tampil terbuka sejak menit awal pertandingan, The Reds langsung membuka peluang lewat Luis Suarez di menit ke-7. Berawal dari pelanggaran Kieran Richardson di kotak terlarang, membuat sang pengadil langsung menunjuk titik putih. Sial, Suarez yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Lima menit berselang, Suarez yang tahu cara membayar kekecewaan publik Anfield dengan mencetak gol perdana bagi Liverpool di menit ke 12. Suarez sukses membuka keunggulan The Anfield Gank lewat tandukannya memanfaatkan crossing Charlie Adams yang berawal dari skema set pieces.

Memimpin 1-0 membuat Liverpool kian leluasa tampil menekan. Di pertengahan babak pertama, sinergi apik John Flanagan dan Stewart Downing nyaris membawa Liverpool unggul, namun sayang bola sepakan keras Downing masih bisa dihalau palang pintu terakhir Sunderland, Simon Mignolet.

Jelang turun minum, Sunderland sempat mendapat kans mencetak gol melalui Asamoah Gyan lewat tendangan bebas. Namun, Pepe Pepe Reina yang tampil sigap mampu mengamankan bola dengan baik. Hingga turun minum, papan skor tidak berubah. 1-0, Liverpool masing unggul.

Lanjut di bebak kedua, Sunderland mulai memperbaiki permainan. The Black Cats bisa mengimbangi permainan cepat Liverpool. Kerja keras tim asuhan Steve Bruce itu mulai menampakkan hasil. Tendangan keras Sebastian Larsson dari dalam kotak penalti, sukses mengoyak jala Pepe Reina, memanfaatkan umpan Ahmed Elmohamady.

Sontak, pemain Sunderland berteriak kegirangan lantaran mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sejak itu, kedua tim tampil terbuka. Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan. Bomber Liverpool, Andy Carroll nyaris membuat gol, sayang bola tendangannya menjauh dari sasaran.

Di ujung pertandingan, nasib berkata lain. Liverpool hanya mampu bermain imbang saat menjamu Sunderland, karena di penghujung pertandingan Liverpool tidak mampu menambah gol.

SUSUNAN PEMAIN

LIVERPOOL:
25-Pepe Reina, 23-J. Carragher, 5-D. Agger , 3-Jose Enrique, 38-J. Flanagan, 19-S. Downing, 26-C. Adam, 21-Lucas Leiva, 14-J. Henderson (D.Kuty’61), 7-L. Suárez (R. Meireles’76), 9-A. Carroll

SUNDERLAND:
22-S. Mignolet, 29-A. Ferdinand, 5-W. Brown, 11-K. Richardson, 2-P. Bardsley, 28-S. Sessegnon, 6-L. Cattermole7-S. Larsson (D.Vaughan’80), 27-Ahmed Al Muhammadi, 14-J. Colback, 3-A. Gyan (Dong Wong Ji’66)
(edo)

Bolton dan Wolverhampton Meroket

Rejdo Prahananda - Okezone
Sabtu, 13 Agustus 2011 23:44 wib
Foto: Ist
Foto: Ist
TIM papan tengah, Bolton Wanderers sukses membuka pekan pertama Premier League dengan hasil impressif. Tim asuhan Owen Coyle itu menggasak tim promosi, Queens Park Rangers empat gol tanpa balas.

Empat gol Bolton diciptakan oleh Gary Cahill, Ivan Klasnic, Fabrice Muamba. Sementara satu gol Bolton lainnya dicetak melalui gol bunuh diri Danny Gabbidon. Kemenangan empat gol tanpa balas ini membuat Bolton langsung meroket ke tempat teratas dalam klasemen Premier League.

Hasil tidak kalah cemerlang juga didapatkan Wolverhampton Wanderers yang sukses mengemas kemenangan pertama dari tangan Blackburn Rovers. The Wolves berhasil meraup angka tiga setelah mengalahkan Blackburn Rovers dengan skor 2-1. Atas hasil ini, untuk sementara waktu Wolverhampton duduk di peringkat dua klasemen sementara.

Di pertandingan lainnya, Aston Villa harus puas menelan hasil imbang saat melawat ke Craven Cottage, markas Fulham. Tim asuhan Alex McLeish itu hanya sanggup bermain imbang tanpa gol. Di pertandingan lainnya, Wigan Athletic, juga mendapat hasil serupa. Menghadapi tim promosi, Norwich City, Wigan hanya mampu bermain 1-1.

Sementara itu, laga Tottenham Hotspur vs Everton masih ditunda menyusul kericuhan yang terjadi di seantero kota London. Situasi yang belum kondusif menjadi alasan utama ditundanya laga ini.
(edo)

Liverpool Gagal Menangi Laga Perdana
Jonathan Pandapotan | Tjatur Wiharyo | Sabtu, 13 Agustus 2011 | 22:40 WIB

DAYLIFE
Ekspresi gelandang Sunderland, Sebastian Larsson, usai mencetak gol ke gawang Liverpool di Stadion Anfield, Sabtu (13/8/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com Gelandang Sunderland, Sebastian Larsson, berhasil mencetak gol yang memaksa Liverpool bermain imbang 1-1 melawan klubnya pada laga perdana Premier League di Stadion Anfield, Sabtu (13/8/2011).


Gol Larsson pada menit ke-57 terjadi karena buruknya koordinasi pertahanan "The Reds". Tak ada yang mengawal Larsson di kotak penalti. Alhasil, umpan silang Ahmed Elmohamady berhasil diteruskan Larsson dengan sebuah tendangan akrobatik masuk ke gawang Pepe Reina.

Liverpool sebelumnya unggul lebih dulu melalui gol Luis Suarez pada menit ke-12. Tendangan bebas Charlie Adam mampu dituntaskan Suarez dengan sundulannya ke gawang kiper Simon Mignolet.

Liverpool sebenarnya tampil baik di laga ini. Sebagai tuan rumah, mereka mampu mendominasi pertandingan sampai 60 persen. Jamie Carragher dan kawan-kawan juga bermain cukup agresif.

Namun, banyak peluang mereka terbuang sia-sia. Pada menit ketujuh, misalnya, Liverpool sukses mendapatkan penalti setelah Kieran Richardson melanggar Suarez. Namun, apa daya, eksekusi Suarez melambung tinggi dari atas mistar.

Lalu, pada menit ke-20, "The Anfield Gang" juga sempat mencetak gol lagi melalui tembakan Andrew Carroll. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah Carroll lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap bek Sunderland.

Liverpool mencoba meningkatkan serangan mereka di babak kedua dengan memasukkan Dirk Kuyt dan Raul Meireles. Namun, usaha ini gagal meningkatkan peruntungan mereka. (*)

Susunan pemain:

Liverpool:
Pepe Reina; Daniel Agger, Jamie Carragher, Sanchez Jose Enrique, John Flanagan, Charlie Adam, Lucas, Stewart Downing, Jordan Henderson (Dirk Kuyt 59); Luis Suárez (Raul Meireles 75), Andrew Carroll

Sunderland: Simon Mignolet; Anton Ferdinand, Wes Brown, Kieran Richardson, Phillip Bardsley; Lee Cattermole, Jack Colback, Stephane Sessegnon, Sebastian Larsson (David Vaughan 81), Ahmed Elmohamady; Asamoah Gyan (Dong-Won Ji 66)

Sabtu, 13/08/2011 23:51 WIB

Liverpool Diimbangi Sunderland di Anfield
Kris Fathoni W - detiksport


<p>Your browser does not support iframes.</p>


Getty Images

Liverpool - Liverpool hanya bisa meraup hasil imbang dalam pertandingan pertamanya di Liga Primer Inggris musim 2011-2012. Di kandang sendiri, 'Si Merah' diimbangi Sunderland 1-1.

Luis Suarez membuat Liverpool unggul lebih dulu pada menit 12 dalam laga, Sabtu (13/8/2011) malam WIB. Beberapa menit sebelumnya Suarez membuang peluang emas karena gagal mengeksekusi penalti.

Kemenangan Liverpool akhirnya melayang setelah Sebastian Larsson menyamakan skor untuk Sunderland pada menit 57. Pertandingan yang digelar di Anfield, markas Liverpool, ini pun berakhir dengan skor akhir 1-1.

Jalannya Pertandingan

Memanfaatkan kesalahan lawan, Luis Suarez melaju kencang ke arah gawang Sunderland dengan dua pemain Sunderland mengejar. Suarez lantas dijatuhkan Kieran Richardson di kotak penalti.

Wasit mengganjar kartu kuning untuk Richardson dan Liverpool dapat penalti. Suarez mengeksekusi, tetapi bola sepakannya jauh melambung. Peluang emas untuk Liverpool terbuang pada menit tujuh.

Suarez membalas kesalahannya pada menit 12. Dari situasi bola mati, Suarez yang berdiri di tiang dekat sukses meneruskan bola ke dalam gawang. 1-0 Liverpool.

Andy Carroll menjebol gawang Sunderland pada menit 21. Tapi gol tak berlaku karena sebelumnya ia sudah melakukan pelanggaran terhadap Anton Ferdinand.

Beberapa saat kemudian Wes Brown menanduk bola dalam usaha Sunderland menyamakan skor, tetapi bola bisa ditangkap Jose Reina yang juga harus berduel dengan Ferdinand.

Stewart Downing melakukan penetrasi dari kanan pada menit 34. Usai melewati hadangan lawan, ia melepaskan tembakan meski bola kemudian hanya menghantam mistar gawang.

Lucas memiliki peluang empat menit kemudian. Tak terkawal lawan, ia menyepak bola dari jarak jauh walau masih belum tepat sasaran.

Paruh kedua langsung dibuka dengan sengit. Liverpool mengklaim penalti usai bola terlihat mengenai lengan Brown, Sunderland membalas dengan sepakan keras Richardson yang masih melambung di atas mistar gawang Liverpool.

Sunderland mencatatkan peluang pada menit 53. Bola dilayangkan ke muka gawang dan ditanduk Gyan usai memenangi duel udara kontra Daniel Agger, meski Reina masih sigap menangkap.

Sunderland menyamakan skor pada menit 57. Dari umpan silang Ahmed Elmohamady ke arah gawang, Sebastian Larsson sama sekali tidak terkawal di tiang jauh dan sukses mengirim bola ke dalam gawang Liverpool lewat tendangan keras.

Sunderland mendapatkan tendangan bebas di posisi bagus pada menit 66. Larsson mengambil, tapi sepakannya melambung jauh di atas gawang Reina.

Carroll dengan apik menjaga bola dan menjaganya. Mendapat ruang, ia kemudian melepaskan tembakan keras. Namun, sepakannya pada menit 73 tersebut masih melebar usai mengenai kaki Brown.

Carroll kembali mengukir peluang empat menit jelang berakhirnya waktu normal. Kali ini tandukannya yang melaju di sisi gawang.



Susunan Pemain:

LIVERPOOL: Reina, Flanagan, Carragher, Agger, Jose Enrique, Lucas, Adam, Henderson (Kuyt '61), Suarez (Meireles '75), Downing, Carroll.

SUNDERLAND: Mignolet, Bardsley, Brown, Ferdinand, Richardson, Larsson (Vaughan '81), Cattermole, Colback, Elmohamady, Sessegnon, Gyan (Dong-Won '66).

( krs / arp )
Dalglish Sesalkan Anulir Gol Carroll
Jonathan Pandapotan | Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 01:13 WIB

AFP
Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, menilai adil hasil imbang 1-1 antara timnya melawan Sunderland di Stadion Anfield, Sabtu (13/8/2011). Namun, dia kecewa karena gol Andy Carroll dianulir dan itu seharusnya menjadi gol kemenangan timnya.


Liverpool unggul dulu melalui gol Luis Suarez pada menit ke-12. Memanfaatkan umpan tendangan bebas Charlie Adam, Suarez sukses menanduk bola masuk ke gawang kiper Simon Mignolet. "The Black Cats" kemudian membalas melalui tendangan akrobatik Sebastian Larsson pada menit ke-57.

"Saya pikir, meski (kiper) Pepe Reina hanya menangkap beberapa sundulan dari usaha Sunderland di dalam pertandingan, imbang mungkin hasil yang adil," tutur Dalglish.

Mengacu pada statistik, Liverpool sebenarnya mampu unggul penguasaan bola sampai 60 persen. Meski demikian, beberapa kali Jamie Carragher dan kawan-kawan membuang peluang emas. Pada menit ketujuh, misalnya, tembakan penalti Suarez melambung di atas mistar.

"The Reds" juga sempat mencetak gol melalui tembakan Andy Carroll pada menit ke-20. Namun, wasit Philip Dowd menganulirnya karena Carroll terlebih dulu melakukan pelanggaran.

"Kami memiliki beberapa peluang lagi dan kami sedikit kurang beruntung dengan penganuliran gol Andy Carroll. Gol itu seharusnya membuat kami unggul 2-0. Namun, Sunderland menyulitkan kami. Mereka bekerja sangat keras dan saya pikir mereka pantas mendapat poin," tukas Dalglish. (LIV)


Pemain Debutan Liverpool Grogi
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 02:47 WIB

Daylife
Aksi Stewart Downing (kiri) saat melakoni debutnya bersama Liverpool.

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, mengakui beberapa pemain debutan yang tampil grogi saat bermain imbang 1-1 dengan Sunderland pada pertandingan perdana Premier League, Sabtu (13/8/2011).


Empat pemain anyar Liverpool tampil pada pertandingan itu. Mereka adalah Jose Enrique, Jordan Henderson, Charlie Adam, dan Stewart Downing. Charlie Adam dan Jordan Henderson bahkan mendapatkan kartu kuning di debutnya bersama Liverpool.

"Keempat pemain baru tersebut grogi. Memang menjadi sebuah tantangan besar bermain di pertandingan pertama di Anfield, terutama bagi Jose Enrique yang baru direkrut kemarin," jelas Dalglish seusai pertandingan.

"Saya pikir mereka semua melakukan sesuatu pada pertandingan tadi. Kami bahagia dengan penampilan mereka dan mereka akan berkembang. Mungkin pemain sedikit gugup. Seperti saya katakan, bermain di Anfield menjadi masalah besar bagi pemain debutan," beber pelatih asal Skotlandia itu.

Liverpool sebetulnya mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Luis Suarez pada menit ke-12. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna setelah gelandang Sunderland, Sebastian Larsson, mencetak gol balasan saat babak kedua baru berjalan 12 menit. (GL)

Dalglish Heran Richardson Hanya Diberi Kartu Kuning
Tjatur Wiharyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 05:38 WIB

Daylife
Penyerang Liverpool, Luis Suarez (kanan), melihat bola yang dieksekusi dari titik penalti melambung ke atas mistar gawang Sunderland, pada duel Premier League, Sabtu (13/8/2011).

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pelatih Kenny Dalglish mengaku heran melihat bek Sunderland, Kieran Richardson, hanya mendapat kartu kuning setelah melanggar anak didiknya, Luis Suarez, mengingat saat itu Suarez dalam posisi berhadapan satu lawan satu dengan kiper Simon Mignolet, pada menit keenam duel Premier League, Sabtu (13/8/2011).


"Anda tak ingin melihat orang diusir dan saya tak tahu apa yang peraturan katakan soal peluang yang potensial menjadi gol. Ketika Suarez berhadapan satu lawan satu dengan kiper itu, saya tak melihat ada peluang gol lebih baik dari itu," ujar Dalglish.

"Mereka mungkin mengatakan (Suarez) menggiring bola menjauhi gawang sehingga (pelanggaran) itu berujung kartu kuning. Namun, jika Anda (dalam posisi Suarez) dan ingin bergerak memutari kiper, Anda harus bergerak menjauhi gawang."

"Dalam skala sepuluh, saya pikir potensi Kieran diberikan kartu merah adalah 9,5. Namun, kami perlu tahu di mana kita berdiri dan bagaimana mereka mengimplementasikan peraturan dan membahasakannya di dalam buku (peraturan). (Kejelasan) itulah yang kami minta," paparnya.

Sementara itu, Pelatih Sunderland, Steve Bruce, mengaku setuju dengan keputusan wasit Philip Dowd. Meski begitu, menurutnya, pada pertandingan lain, Richardson akan mendapat kartu merah jika melakukan kesalahan serupa.

"Saya pikir wasit melihat (kontak fisik antara Richardson dan Suarez). Saya pikir, kiper hendak melakukan penyelamatan dan Suarez bergerak menjauh dari gawang. Namun, pada pertandingan lain, pelanggaran seperti itu bisa mengakibatkan keluarnya kartu merah," tutur Bruce.

Atas pelanggaran itu, Liverpool mendapat penalti yang dieksekusi oleh Suarez. Namun, gol tak terjadi karena bola melesat ke atas gawang.

Suarez membayar kegagalannya dengan gol pada menit ke-12. Namun, Sunderland berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 berkat gol Sebastian Larsson pada menit ke-57.

Sabtu, 13/08/2011 23:11 WIB

Gilas QPR 4-0, Bolton di Puncak
Arya Perdhana - detiksport





London - Bolton Wanderers berhak menguasai puncak klasemen sementara Liga Inggris hari pertama. Ini didapat setelah tim asuhan Owen Coyle itu menghantam tim promosi Queens Park Rangers 4-0.

Bermain di kandang lawan, Stadion Loftus Road, Sabtu (13/8/2011), Bolton baru bisa membuka skor saat laga babak pertama tinggal berusia semenit melalui tendangan akurat Gary Cahill.

Pada menit 68, Bolton menggandakan keunggulannya jadi 2-0. Bek QPR, Danny Gabbidon mencetak gol bunuh diri saat berupaya menghalau tendangan Chris Eagles.

Hanya berselang tiga menit, Bolton mencetak gol ketiga. Ivan Klasnic menceploskan bola ke gawang tuan rumah lewat sebuah tendangan yang berbelok karena mengenai badan Bradley Orr.

Menit 80, Bolton menggenapkan kemenangannya jadi 4-0 melalui sodoran Fabrice Muamba melewati kiper Paddy Kenny. Muamba mendapat umpan matang dari Klasnic.

Hasil ini membuat Bolton duduk di posisi teratas dengan nilai tiga dan selisih gol surplus empat.

Tidak Ada Tuan Rumah Menang
Dari pertandingan lainnya, tidak ada satu pun tuan rumah yang sukses memetik kemenangan di laga pertamanya.

Blackburn Rovers kalah 1-2 di tangan tamunya, Wolverhampton Wanderers; Fulham ditahan imbang Aston Villa 0-0 dan Wigan Athletic dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Norwich City.



( arp / mrp )
Gervinho Diusir, Arsenal Seri dengan Newcastle
Ferril Dennys | Tjatur Wiharyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 01:11 WIB

Daylife
Gelandang Arsenal Andrei Arshavin (kiri) mendapatkan pengeawalan ketat dari pemain Newcastle United, Yohan Cabaye dalam pertandingan perdana Premier League, di St James Park, Newcastle,Sabtu (13/8/2011).

NEWCASTLE, KOMPAS.com Tampil dengan sepuluh pemain sejak menit ke-75, Arsenal bermain imbang 0-0 dengan Newcastle United pada pertandingan perdana Premier League, Sabtu (13/8/2011).


Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, tidak memasukkan nama Cesc Fabregas dan Samir Nasri ke dalam skuadnya pada pertandingan perdana Premier League musim ini. Wenger lebih memilih memainkan Andrei Arshavin untuk mengisi posisi Nasri.

Meski begitu, Arsenal tetap solid. Mereka terlihat mendominasi permainan sejak menit-menit awal. Selama 15 menit pertama, serangan "The Gunners" lebih banyak melalui Gervinho yang beroperasi di sayap kanan. Namun, penyerang anyar yang didatangkan dari Lille pada bursa transfer musim panas ini belum terlihat padu dengan Robin van Persie dan kawan-kawan. Gervinho sering kali melakukan kesalahan dalam melepaskan umpan.

Meskipun demikian, Arsenal beberapa kali dibuat kelabakan dengan serangan balik yang dibangun oleh tim tuan rumah. Namun, pertahanan Arsenal yang digalang Thomas Vermaelen dan kawan-kawan cukup sigap untuk meredam serangan lawan.

Arsenal sempat memiliki peluang emas lewat aksi Van Persie pada menit ke-43. Saat itu, Rosicky melepaskan umpan terobosan kepada Van Persie. Namun, Van Persie gagal memaksimalkan peluang tersebut setelah salah satu bek Newcastle berhasil mencuri bola dari kaki penyerang asal Belanda itu. Peluang tersebut merupakan peluang terakhir Arsenal. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Selepas turun minum, Arsenal masih tampil ngotot. "The Gunners" terus melancarkan ancaman ke jantung pertahanan lawan.

Wenger pun lebih memilih melakukan sedikit perubahan di awal babak kedua. Pelatih asal Perancis itu memasukkan Theo Walcott untuk menggantikan Arshavin pada menit ke-59.

Masuknya Walcott membuat serangan Arsenal semakin berbahaya. Bahkan gelandang Arsenal itu nyaris membobol gawang Newcastle pada menit ke-62. Dari sektor kiri, Walcott melakukan penetrasi dan kemudian melepaskan tembakan keras. Sayang, tembakan Walcott masih mampu diantisipasi oleh kiper Newcastle, Tim Krul.

Selain Walcott, Gervinho memiliki mobilitas yang tinggi pada pertandingan ini. Akan tetapi, Penyerang Pantai Gading itu harus mendapatkan kartu merah setelah berselisih dengan Barton pada menit ke-73. Insiden itu bermula ketika Gervinho terjauh di kotak penalti Newcastle. Tindakan Gervinho itu ternyata membuat Barton emosi.

Dengan kasar, Barton terlihat menarik kaus Gervinho. Gervinho terpancing emosi. Penyerang asal Pantai Gading itu menampar pipi kiri Barton. Atas tindakannya tersebut, Gervinho diganjar kartu merah. Sementara Barton hanya mendapatkan kartu kuning.

Tanpa Gervinho, Arsenal tampak menguasai permainan di waktu yang tersisa. Namun, Arsenal gagal mengonversi setiap peluang yang tercipta menjadi gol. Alhasil, kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga laga usai.

Susunan Pemain

Newcastle United:
Tim Krul; Fabricio Coloccini, Steven Taylor, Ryan Taylor, Danny Simpson; Ismael Cheik Tiote, Yohan Cabaye, Jonas Gutierrez, Joey Barton; Shola Ameobi (Leon Best 70), Demba Ba

Arsenal: Wojciech Szczsny; Thomas Vermaelen, Laurent Koscielny, Kieran Gibbs, Bacary Sagna; Alex Song, Tomas Rosicky, Andrei Arshavin (Walcott 59), Gervinho; Robin Van Persie, Aaron Ramsey


Berkelahi, Gervinho Diusir pada Debutnya
Tjatur Wiharyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 01:06 WIB

Daily Life
Penyerang Arsenal, Gervinho (nomor 27) diusir wasit Peter Walton, karena berkelahi dengan gelandang Newcastle United, Joey Barton, pada duel Premier League, Sabtu (13/8/2011).

NEWCASTLE, KOMPAS.com — Penyerang Gervinho diganjar kartu merah pada pertandingan pertamanya untuk Arsenal di Premier League, yaitu saat menyambangi Newcastle United, di St James Park, Sabtu (13/8/2011).


Insiden bermula dari terjatuhnya Gervinho di kotak penalti Newcastle pada sekitar menit ke-75. Gelandang Newcastle, Joey Barton, kemudian menghampiri Gervinho, mencengkeram bagian leher kostum Gervinho, dan mengatakan sesuatu secara emosional.

Sejumlah pemain kedua kubu menghampiri mereka, berusaha melerai. Di tengah suasana panas itu, tampak tangan Gervinho melayang ke muka Barton.

Keributan diakhiri dengan keluarnya kartu merah dari saku wasit Peter Walton untuk Gervinho dan kartu kuning untuk Barton.

Sejauh ini, itu adalah kartu merah kedua pada hari pertama Premier League 2011-2012 ini. Kartu merah pertama diterima bek Queens Park Rangers, Clint Hill, juga karena berkelahi pada masa injury time pertandingan melawan Bolton Wanderers, yang berakhir 4-0 untuk Bolton.

Gol kedua Bolton merupakan hasil bunuh diri bek Daniel Gabiddon. Itu adalah gol bunuh diri pertama di Premier League 2011-2012 ini.

Dua Tim Besar Hambar
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 02:09 WIB

Daily Life
Penyerang Arsenal, Gervinho (nomor 27) diusir wasit Peter Walton, karena berkelahi dengan gelandang Newcastle United, Joey Barton, pada duel Premier League, Sabtu (13/8/2011).

LONDON, KOMPAS.com — Premier League musim 2011-2012, Sabtu (13/8/2011), menyuguhkan kisah pilu buat dua tim besar, Liverpool dan Arsenal. Mereka gagal memetik kemenangan meski lawannya tergolong medioker.


Enam pertandingan tersaji di hari pertama, kecuali pertandingan antara Tottenham Hotspur melawan Everton yang harus ditunda karena kerusuhan yang terjadi di London. Namun, pertandingan yang digelar tidak "sepanas" suasana yang terjadi di Inggris akibat kerusuhan yang melanda beberapa kota jelang Premier League.

Liverpool yang melakukan pembelian besar masih bermain hambar. Tim besutan Kenny Dalglish ini hanya mampu bermain imbang 1-1 lawan Sunderland. "Si Merah" sebetulnya mampu unggul terlebih dulu pada babak pertama berkat gol Luis Suarez pada menit ke-12. Namun, kemenangan yang berada di tangan akhirnya sirna setelah gelandang Sunderland, Sebastian Larsson, menciptakan gol balasan pada menit ke-57.

Gol tersebut terjadi karena buruknya koordinasi pertahanan "The Reds". Tak ada yang mengawal Larsson di kotak penalti. Alhasil, umpan silang Ahmed Elmohamady berhasil diteruskan Larsson dengan sebuah tendangan akrobatik masuk ke gawang Pepe Reina.

Arsenal mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Bertandang ke Newcastle United, "The Gunners" hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Padahal, Arsenal tetap terlihat solid meskipun tidak diperkuat Cesc Fabregas dan Samir Nasri.

Arsenal malah nyaris kalah setelah bermain sepuluh orang sejak menit ke-75. Gervinho mendapatkan kartu merah akibat berselisih dengan gelandang Newcastle, Joey Barton.

Insiden bermula dari terjatuhnya Gervinho di kotak penalti Newcastle pada sekitar menit ke-75. Gelandang Newcastle, Joey Barton, kemudian menghampiri Gervinho, mencengkeram bagian leher kostum Gervinho, dan mengatakan sesuatu secara emosional.

Sejumlah pemain kedua kubu menghampiri mereka dan berusaha melerai. Di tengah suasana panas itu, tampak tangan Gervinho melayang ke muka Barton. Keributan diakhiri dengan keluarnya kartu merah dari saku wasit Peter Walton untuk Gervinho dan kartu kuning untuk Barton.

Kemenangan justru diraih tim-tim kecil seperti Wolverhampton Wanderers dan Bolton Wanderers. Wolves mempermalukan tuan rumah Blackburn Rovers 2-1. Sementara Bolton menjadi satu-satunya tim yang meraih kemenangan besar. "The Wanderers" berhasil menggunduli tim promosi Queens Park Rangers empat gol tanpa balas.

Berikut ini hasil lengkap pertandingan Premier League pada hari pertama:

Blackburn Rovers 1 - 2 Wolverhampton Wanderers
Fulham 0 - 0 Aston Villa
Liverpool 1 - 1 Sunderland
Queens Park Rangers 0 - 4 Bolton Wanderers
Wigan Athletic 1 - 1 Norwich City
Newcastle United 0 - 0 Arsenal

Wenger: Barton Seharusnya Diusir
Ferril Dennys | Tjatur Wiharyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 05:09 WIB

Daylife
Penyerang Arsenal, Gervinho (kiri) berkelahi dengan Gelandang Newcastle United, Joey Barton, dalam pertandingan Premier League, Sabtu (13/8/2011). Akibat perkelahian itu, Gervinho diganjar kartu merah. Sementara barton hanya menerima kartu kuning.

NEWCASTLE, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, mengaku kecewa dengan keputusan wasit Peter Walton memberikan kartu merah kepada penyerangnya, Gervinho, dan kartu kuning kepada gelandang Newcastle United, Joey Barton, setelah keduanya terlibat perkelahian di tengah pertandingan Premier League, Sabtu (13/8/2011).


Perkelahian itu terjadi pada menit ke-75. Saat itu, penyerang Gervinho terjatuh di kotak penalti. Barton kemudian menghampiri pemain asal Pantai Gading itu dan mencengkeram bagian leher kostum Gervinho, serta mengatakan sesuatu secara emosional.

Sejumlah pemain kedua kubu menghampiri mereka, berusaha melerai. Di tengah suasana panas itu, tampak tangan Gervinho melayang ke muka Barton. Keributan diakhiri dengan keluarnya kartu merah dari saku wasit Peter Walton untuk Gervinho dan kartu kuning untuk Barton.

"Saya menilai seharusnya ada dua kartu merah atau dua kartu kuning. Pertama, saya pikir wasit tidak melihat insiden tersebut. Jadi, keputusan tersebut jelas datang dari suatu tempat di atas sana dan, sayangnya, itu menimpa kami," kata Wenger pascapertandingan.

Meskipun demikian, Wenger tidak menampik Gervinho kehilangan kontrol saat insiden tersebut. "Anda harusnya bisa mengontrol tindakan. Itulah yang harus dilakukan Gervinho. Sementara semua orang tahu Joey Barton adalah malaikat," jelas Wenger. (TS)

Pardew: Gervinho Pantas Diusir
Jonathan Pandapotan | Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 06:31 WIB

Daylife
Penyerang Arsenal, Gervinho (kiri) berkelahi dengan Gelandang Newcastle United, Joey Barton, dalam pertandingan Premier League, Sabtu (13/8/2011). Akibat perkelahian itu, Gervinho diganjar kartu merah. Sementara barton hanya menerima kartu kuning.

NEWCASTLE, KOMPAS.com - Manajer Newcastle United, Alan Pardew, menilai keputusan wasit Peter Walton mengusir penyerang Arsenal, Gervinho, Sabtu (13/8/2011), sudah tepat. Menurutnya, pemain asal Pantai Gading itu jelas-jelas melakukan diving dan menampar gelandang Joey Barton.


Barton dan Gervinho terlibat insiden saat kedua tim berlaga di St James Park. Gervinho terjatuh di kotak penalti Newcastle sekitar menit ke-75. Barton kemudian menghampiri dan mencengkeram bagian leher Gervinho, sambil mengatakan sesuatu.

Para pemain kedua tim mencoba memisahkan keduanya. Namun, Gervinho masih sempat melayangkan tangannya ke muka Barton. Wasit kemudian memberi Gervinho kartu merah, sementara Barton diganjar kartu kuning.

"Pertama, Gervinho melakukan diving. Saya tidak berpikir ada keraguan tentang hal itu dan ini membuat emosi siapa pun, apalagi Joey Barton. Kemudian, tentu saja insiden itu berubah menjadi perseteruan. Namun, Joey tidak pernah mengangkat tangan atau apa pun dan Gervinho menamparnya di daerah kepala," ujar Pardew.

"Anda tidak bisa melakukan hal seperti itu dan Anda tidak akan lolos dengan hal itu. Jadi, saya pikir keputusan wasit sudah benar," tambahnya.

Barton: Gervinho Curang
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 07:18 WIB

Daylife
Penyerang Arsenal, Gervinho (kiri) berkelahi dengan Gelandang Newcastle United, Joey Barton, dalam pertandingan Premier League, Sabtu (13/8/2011). Akibat perkelahian itu, Gervinho diganjar kartu merah. Sementara barton hanya menerima kartu kuning.

NEWCASTLE, KOMPAS.com - Gelandang Newcastle United, Joey Barton, menuduh Gervinho bertindak curang dengan melakukan diving agar Arsenal mendapatkan hadiah penalti saat melawan timnya pada pertandingan Premier League, Sabtu (13/8/2011). Hal itu yang membuatnya kesal dan kemudian menyerang Gervinho.


Perkelahian itu terjadi pada menit ke-75. Saat itu, Gervinho berusaha melewati beberapa pemain Newcastle dan tiba-tiba terjatuh di kotak penalti. Barton kemudian menghampiri pemain asal Pantai Gading itu dan mencengkeram kostum Gervinho di bagian leher, dan mengatakan sesuatu secara emosional.

Sejumlah pemain kedua kubu menghampiri mereka, berusaha melerai. Di tengah suasana panas itu, tampak tangan Gervinho melayang ke muka Barton.Keributan diakhiri dengan keluarnya kartu merah dari saku wasit Peter Walton untuk Gervinho dan kartu kuning untuk Barton.

Dalam akun Twitter-nya, Barton menilai Gervinho melakukan diving saat terjatuh di kotak penalti. "Semua orang membenci penipu," tulis Barton.

Barton juga berpendapat, wasit Peter Walton telah membuat keputusan tepat dengan mengusir Gervinho. "Apakah orang menginginkan aku berdiri dan kemudian saling pukul dengan Gervinho? Jika Anda mengangkat tangan ke wajah pemain, seharunya Anda mendapat kartu merah. Keputusan wasit sudah tepat (memberikan kartu merah),"

"Saya berlatih sepanjang musim panas, sementara dia mencoba berbuat curang untuk mendapatkan poin. Seharusnya dia mendapatkan hukuman tiga laga karena telah melakukan diving. Apa yang aku lakukan adalah memintanya berdiri. Aku hanya membantu dia berdiri. Mungkin aku tidak harus terlibat. Namun, tindakan diving dan mencoba memenangkan pertandingan dengan sebuah penalti adalah laknat," beber gelandang asal Inggris itu. (GL)

Chelsea Tanpa Gol pada Debut Villas-Boas
Tjatur Wiharyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 21:08 WIB

AFP
Manajer Chelsea, Andre Villas-Boas, menyaksikan anak-anak didiknya bertanding melawan Stoke City, di panggung Premier League, Minggu (14/8/2011).

STOKE, KOMPAS.com — Manajer Andre Villas-Boas gagal membawa Chelsea meraih poin penuh pada debutnya di Premier League. Menyambangi Stoke City di Britannia Stadium, mereka hanya pulang membawa hasil imbang 0-0, Minggu (14/8/2011).


Chelsea mendominasi permainan, tetapi kualitas permainan mereka tak bisa disebut memuaskan. Alur umpan mereka mudah dibaca dan dipatahkan lawan. Peluang pun sulit tercipta.

Pada menit kesebelas, Fernando Torres mencoba mengatasi kebuntuan dengan sebuah tembakan dari luar kotak penalti, yang meleset dari sasaran.

Sementara itu, meski tertekan, Stoke mampu membangun koordinasi permainan lebih solid ketimbang Chelsea. Ketika tak menguasai bola, mereka mundur; dan setiap kali berhasil merebut bola, mereka bereaksi cepat membangun serangan.

Hasilnya, meski kalah dalam penguasaan bola, Stoke cukup konsisten memberi tekanan dan masalah kepada lini belakang Chelsea dan kiper Petr Cech. Namun, John Terry dan kawan-kawan mampu menjaga fokus dan mematahkan tekanan tuan rumah.

Chelsea mengalami perbaikan performa pada babak kedua. Selain tetap mendominasi penguasaan bola, koordinasi permainan mereka membaik. Setidaknya, itu terlihat dari sejumlah serangan yang berujung eksekusi akurat. Namun, nasib baik tampaknya setia menaungi Stoke.

Pada menit ke-56, misalnya, John Mikel Obi menembakkan bola liar di luar kotak penalti ke tengah atas gawang Stoke, yang masih bisa ditepis Asmir Begovic.

Nicolas Anelka dan Salomon Kalou juga melihat sundulan akurat mereka pada menit ke-72 dan ke-73 mentah di tangan Begovic.

Masuknya Didier Drogba menggantikan Salomon Kalou pada menit ke-76 tak mengubah peruntungan Chelsea, sampai peluit berbunyi panjang.

Stoke sendiri membayar keberhasilan mendulang satu angka pada laga perdana dengan Matthew Etherington dan Rory Delap. Keduanya cedera di tengah laga sehingga harus digantikan pemain lain.

Selama 90 menit, Chelsea menguasai bola sebanyak 67 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 16 usaha. Adapun tuan rumah melepaskan satu tembakan akurat dari enam percobaan.

Susunan pemain
Stoke:
Asmir Begovic; Jonathan Woodgate, Ryan Shawcross, Marc Wilson, Robert Huth; Rory Delap (Danny Pugh 71), Glenn Whelan, Matthew Etherington (Dean Whitehead 62), Jermaine Pennant; Kenwyne Jones (Ryan Shotton 86), Jonathan Walters

Chelsea: Petr Cech; John Terry, Alex, Ashley Cole, Jose Bosingwa; John Mikel Obi, Frank Lampard, Ramires; Florent Malouda (Nicolas Anelka 65), Fernando Torres (Yossi Benayoun 89), Salomon Kalou (Didier Drogba 76)

Wasit: Mark Halsey

Torres: Kami Harusnya Dapat 2 Penalti
Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 23:05 WIB

Daylife
Penyerang Chelsea, Fernando Torres.

LONDON, KOMPAS.com - Striker CHelsea, Fernando Torres, kecewa karena timnya bermain 0-0 lawan Stoke City di laga perdana Premier League. Apalagi, katanya, harusnya timnya mendapat setidaknya dua tendangan penalti.

Yang pertama, dia diganjal hingga jatuh di kotak penalto Stoke leh Jonathan Woodgate. Sedangkan yang kedua dia ditendang oleh Robert Huth juga di kotak penalti. Namun, wasit membiarkannya.

"Ini hasil yang sangat mengecewakan, sebab kami memiliki beberapa peluang mencetak gol. Selain itu, kami harusnya mendapat dua hadiah penalti. Aku kira itu sangat jelas sebuah pelanggaran. Pada akhirnya, ternyata waktu 90 menit belum cukup untuk mencetak gol," sesal Torres kepada Sky Sport.

"Kami kehilangan dua poin. Tapi, ini baru pertandingan pertama dan satu poin bukan hasil menyenangkan. Tapi, bermain di Stoke memang sulit dan mereka bermain bagus. Maka, kami akan terus berjuang," tambahnya.

Terlepas dari hasilnya, Torres bermain cukup bagus. Menurutnya, secara tim pun Chelsea juga bermain bagus. "Ini hanya pertandingan pertama dari sekian jadwal pertandingan. Sekarang kami harus memikirkan pertandingan berikutnya," ujarnya.

"Aku merasa segar dan memiliki langkah dan ketajaman yang terasa prima. Maka, aku bahagia dengan hal itu. Tapi, bukan hasil 0-0 yang uharap. Sebagai striker aku ingin mencetak gol di setiap pertandingan. Tapi, itu tak mungkin," jelasnya.

"Aku masih 27 tahun. Maka, aku belum lupa bagaimana bermain bagus dan mencetak gol. Banyak hal buruk terjadi di musim lalu. Tapi, itu masa lalu dan sekarang aku ingin fokus pada musim ini. Aku yakin, ini akan menjadi musim indah buatku dan Chelsea," tambahnya.

MU Dimenangkan Gol Bunuh Diri
Hery Prasetyo | Minggu, 14 Agustus 2011 | 23:38 WIB

AFP
Ashley Young (tengah) disambut rekan-rekannya, setelah tendangannya mengenai Steven Reid dan menjadi gol kemenangan Manchester United 2-1 atas West Bromwich Albion, Minggu (14/8/2011).

WEST BROM, KOMPAS.com - Pekan pertama Premier League memang sulit buat klub-klub besar. Setelah Liverpool, Arsenal, dan Chelsea dipaksa bermain seri, kini Manchester United (MU) pun butuh gol bunuh diri untuk mengalahkan West Brom Albion (WBA) 2-1, Minggu (14/8/2011).


Dengan kemenangan ini, MU berhasil menempati posisi kedua dengan tiga poin. Sementara West Brom harus rela menempati posisi ke-18.

MU tampil menekan sejak awal babak pertama. Lewat Aslhey Young, Wayne Rooney, Danny Welbeck, dan Luis Nani, MU berupaya keras untuk menembus pertahanan West Brom yang dikomandoi oleh Gabriel Tamas.

Usaha MU pun membuatkan hasil di menit ke-13. Setelah menerima umpan Young dari sisi kiri, Rooney mampu mengontrol bola, sebelum akhirnya memasukkannya ke gawang West Brom dengan kaki kirinya, 1-0 untuk MU.

Nani punya kesempatan emas di menit ke-22 untuk menggandakan keunggulan MU. Saat menerima umpan Rooney, Nani sebenarnya sudah dalam posisi ideal untuk mencetak gol. Sayang, karena terlalu terburu-buru, bola hasil tendangannya masih melambung di atas mistar gawang West Brom yang dikawal oleh Ben Foster.

Nani kembali membuang peluang di menit ke-30. Lagi-lagi pemain asal Portugal ini terlalu terburu-buru dalam mengeksekusi bola muntah dari Foster. Bola kembali melambung tinggi di atas mistar gawang.

West Brom bukan tanpa peluang. Shane Long berhasil lolos dari kawalan bek MU dan melepaskan bola dengan kaki kanannya tepat ke arah gawang. Beruntung, David De Gea tampil gemilang dengan menepis bola dan hanya memberikan tendangan sudut kepada tim tamu.

From hero to zero. Kata tersebut tampaknya layak diberikan kepada De Gea. Ya, setelah berhasil mematahkan peluang emas Long, kiper asal Spanyol ini membuat kesalahan fatal di menit ke-37. Ia terlambat menutup pergerakan bola hasil tendangan Long yang akhirnya membuat West Brom berhasil menyamakan kedudukan.

Di babak kedua, MU mengambil inisiatif untuk langsung tampil menekan. Namun, mereka kerap kesulitan dalam membongkar pertahanan tuan rumah yang tampil sangat disiplin. Melihat lini depannya kurang tajam, Manajer MU, Sir Alex Ferguson, memasukkan Dimitar Berbatov menggantikan peran Danny Welbeck.

Namun, bukan Berbatov yang membuat MU kembali unggul, melainkan Young. Menyisir sisi kiri, Young berhasil melewati beberapa pemain West Brom untuk memasuki kotak penalti lawan. Pemain yang direkrut dari Aston Villa ini pun melepaskan umpan silang yang justru mengenai kaki Steven Reid. Bola defleksi itu justru membobol gawang West Brom dan menjadi gol kemenangan MU 2-1.

Susunan pemain

West Brom: Ben Foster, Jonas Olsson, Gabriel Tamas, Nicky Shorey, Steven Reid (Gonzalo Jara 85), Youssuf Mulumbu, Paul Scharner, James Morrison, Chris Brunt, Shane Long (Simon Cox 88), Somen Tchoyi

MU: David De Gea, Nemanja Vidic (Jonny Evans 52), Rio Ferdinand (Phil Jones 75), Fabio, Chris Smalling, Anderson, Tom Cleverley, Ashley Young, Nani, Danny Welbeck (Dimitar Berbatov 65), Wayne Rooney

Pemain MU Tak Percaya De Gea Lagi
Jonathan Pandapotan | Hery Prasetyo | Selasa, 16 Agustus 2011 | 03:19 WIB

AFP/PAUL ELLIS
Kiper Manchester United, David De Gea.

MANCHESTER, KOMPAS.com Legenda Liverpool, Alan Hansen, mengaku yakin, para pemain Manchester United (MU) sudah tak percaya lagi kepada kemampuan kiper David De Gea, menyusul dua blunder yang telah dilakukannya.


Blunder pertama terjadi saat MU menghadapi Manchester City pada ajang Community Shield, dua pekan lalu. De Gea terlambat bereaksi sehingga ia gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan lurus penyerang Edin Dzeko.

Akhir pekan lalu, kiper asal Spanyol itu kembali membuat blunder yang sama. Tendangan Shane Long (West Bromwich Albion) yang tak terlalu keras tak mampu ia bendung dan bola pun masuk ke gawangnya.

"Setelah membuat dua kesalahan dalam dua pekan, United sekarang kehilangan kepercayaan kepada kiper mereka. Ini buruk karena lawan-lawan mereka akan mulai percaya bahwa mereka telah menemukan celah pada pertahanan juara bertahan," papar Hansen.

"Sekarang, De Gea berada dalam kesulitan. Bukan hanya karena pengawasan yang datang dari koran-koran dan televisi, melainkan karena ia tidak memiliki kepercayaan dari rekan-rekan satu timnya. Satu-satunya cara agar ia bisa mendapatkan kepercayaan mereka kembali adalah dengan bermain dan tak melakukan kesalahan lagi," ujar Hansen.

"Ia perlu bermain dalam delapan, sepuluh, atau lebih banyak pertandingan, tanpa ada kesalahan lagi. Pasalnya, setelah ia membuat satu kesalahan lagi, orang-orang secara otomatis akan mengingat dua kesalahan pada dua pertandingan pertamanya di Inggris. Ia tidak pernah bisa melarikan diri dari stigma ini," pungkas Hansen.

Cobaan berat akan dihadapi De Gea dalam dua partai berikutnya. Tanpa kehadiran Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand, kiper 20 tahun itu harus mengawal gawangnya dari serbuan pasukan Arsenal dan Tottenham Hotspur. (GL/TEL)

Debut Aguero Lambungkan City
Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Selasa, 16 Agustus 2011 | 03:54 WIB

AFP/ANDREW YATES
Pemain baru Manchester City, Sergio Aguero, melakukan tendangan yang membobol gawang Swansea dalam pertandingan Premier League, Senin atau Selasa (16/8/2011). Dia mencetak dua gol dan satu assist untuk membawa City menang 4-0.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Debut Sergio "Kun" Aguero langsung melambungkan Manchester City. Aksinya membuat City of Manchester Stadium sering bergemuruh. Pemain yang dibeli dari Atletico Madrid ini mencetak dua gol dan satu assist hingga membawa City menang 4-0 atas Swansea pada laga perdana Premier League, Senin atau Selasa (16/8/2011) dini hari WIB.


Kemenangan itu langsung menempatkan City di urutan pertama klasemen sementara, memiliki nilai dan selisih gol yang sama dengan Bolton Wanderers. City unggul selisih gol atas Manchester United yang berada di urutan kedua.

Pada awal pertandingan, Manajer City Roberto Mancini sempat membuat kejutan dengan mencadangkan striker Sergio Aguero. Mancini memasang Edin Dzeko sebagai striker tunggal dengan ditopang tiga gelandang serang: David Silva, Yaya Toure, dan Adam Johnson.

Meski tampil dengan skuad terbaik, bukan berarti City dengan mudah mengobrak-abrik pertahanan Swansea. Malah, sebaliknya, permainan disiplin tim promosi ini sesekali menyulitkan Vincent Kompany dkk.

City baru bisa mendapatkan peluang pertamanya pada menit ke-24. Menerima umpan pendek dari De Jong, Silva terlebih dulu mengontrol bola sebelum akhirnya menendang bola dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Tendangan Silva memang terukur dan sangat keras, tetapi kiper Swansea, Michel Vorm, masih bisa mementahkan peluang tersebut.

Silva kembali mendapatkan peluang pada menit ke-29. Namun, kali ini, upayanya berhasil digagalkan mistar gawang.

Lima menit sebelum babak pertama usai, City mendapatkan beberapa peluang, tetapi masih gagal menjadi gol, termasuk peluang dari Dzeko dan Toure yang bolanya masih bisa ditangkap dengan baik oleh Vorm.

Pada menit tambahan babak pertama, Gareth Barry hampir saja membuat City unggul. Lagi-lagi, keberuntungan belum berpihak kepada mereka. Bola hasil tendangan keras Barry dari luar kotak penalti hanya membentur mistar gawang. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Pada babak kedua, Swansea mencoba lebih berani menekan dan membuat masalah di lini belakang lawan. Tendangan Stephen Dobbie sebenarnya mengarah tepat ke arah gawang. Namun, kiper City, Joe Hart, masih mampu meredam bola untuk tidak masuk ke dalam gawang.

City akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-57. Menerima umpan dari Silva, Johnson merangsek masuk ke kotak penalti dan melepaskan bola dengan kaki kirinya. Bola memang berhasil dimentahkan oleh Vorm, tetapi jatuh ke arah Dzeko yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, Dzeko menjebol gawang Swansea.

Tak puas dengan satu gol, Mancini kemudian menambah daya dobrak lini depannya dengan memasukkan Sergio Aguero. Serangan City pun makin bergairah. Aguero hampir membuat City menambah keunggulan jika saja tendangan kerasnya tak berhasil digagalkan oleh Vorm.

Aguero menandai debutnya dengan mencetak gol pada menit ke-68. Menerima umpan silang dari Micah Richards dari sisi kanan, Aguero dengan tenang menceploskan bola dengan kaki kanannya. Skor 2-0 untuk City.

Debut Aguero makin sempurna setelah menciptakan assist kepada Silva. Setelah melewati Vorm, Aguero dengan cerdik melepaskan umpan kepada Silva yang berada dalam posisi tak terkawal di tengah kotak penalti. Tanpa ampun, Silva mencetak gol dengan kaki kirinya.

Aguero terus menunjukkan ketajamannya. Pada menit terakhir, Aguero kembali membuat stadion bergemuruh. Dari luar kotak penalti, dia melepaskan tendangan keras ke pojok dan membobol gawang Swansea. City pun menang 4-0.

Susunan pemain

Man-City:
Joe Hart, Joleon Lescott, Vincent Kompany, Gael Clichy, Micah Richards, Nigel De Jong (Sergio Aguero 60), Gareth Barry, Yaya Toure, David Silva, Edin Dzeko, Adam Johnson (Stefan Savic 74)

Swansea: Michel Vorm, Ashley Williams, Steven Caulker, Alan Tate, Angel Rangel, Kemy Agustien, Leon Britton (Joe Allen 65), Stephen Dobbie (Wayne Routledge 65), Scott Sinclair, Nathan Dyer, Danny Graham

MU Tetap Dukung De Gea
Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Selasa, 16 Agustus 2011 | 06:28 WIB

Daylife
Ekspresi kiper Manchester United, David De Gea, ketika gawangnya dibobol oleh pemain Manchester City dalam laga Community Shiled, Minggu (7/8/2011), yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan MU.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Kiper Manchester United (MU), David De Gea sedang mendapat sorotan dan tekanan karena dua blundernya. Namun, Asisten Manajer Manchester United (MU), Mike Phelan, dan bek Chris Smalling, tetap memberikan dukungan kepada kiper David De Gea.


Blunder De Gea pertama terjadi saat MU menghadapi Manchester City pada ajang Community Shield, dua pekan lalu. De Gea terlambat bereaksi sehingga ia gagal menyelamatkan gawangnya dari tendangan lurus penyerang Edin Dzeko.

Akhir pekan lalu, kiper asal Spanyol itu kembali membuat blunder yang sama. Tendangan Shane Long (West Bromwich Albion) yang tak terlalu keras tak mampu ia bendung dan bola pun masuk ke gawangnya. Namun, kesalahan De gea ini masih bisa dimaklumi oleh Phelan dan Smalling.

"Muda atau tua, kiper pernah bisa membuat kesalahan. Kami harus memberikan kepercayaan kepadanya. Dia akan menjadi kiper terbaik Premier League," ujar Phelan.

"Dia membuat beberapa penyelematan hebat. Kelincahannya dan tendangannya sangat luar biasa. Kami telah melihat itu di pramusim. Dia akan menjadi kiper papan atas," tambah Smalling. (SKY)

Diejek "Fans" Arsenal, Nasri Kecewa
Wirawan Kusuma | Hery Prasetyo | Selasa, 16 Agustus 2011 | 04:13 WIB

AFP
Gelandang Arsenal Samir Nasri menggiring bola di tengah kawalan dua pemain bek Malaysia Abdul Hadi (kiri) dan Helmi Remeli, dalam pertandingan persahabatan, di Stadion Bukit Jalil, 13 Juli lalu.

LONDON, KOMPAS.com — Tampaknya hubungan Samir Nasri dan Arsenal tak bisa dipertahankan lagi. Baru-baru ini, Nasri mengeluh dengan sikap fans Arsenal yang mengolok-oloknya saat "The Gunners" bermain imbang 0-0 lawan Newcastle United, Sabtu (14/8/2011), padahal dia tak terdaftar dalam deretan pemain yang dibawa Arsene Wenger untuk laga itu.


"Aku mendengar apa yang dinyanyikan fans (Arsenal) soal diriku pada hari Sabtu, dan itu sangat tidak hormat karena aku masih pemain Arsenal," tulis Nasri dalam akun Twitter-nya.

Tentu dapat dimengerti alasan kenapa fans mengejek-ejek Nasri. Isu kepindahan Nasri ke Manchester City membuat fans Arsenal sakit hati. Terlebih lagi, diketahui bahwa kepindahan ini karena keinginan Nasri sendiri yang gerah terus-menerus gagal mendapatkan gelar bersama Arsenal.

Namun, fans Arsenal menilai itu bukan alasan utama Nasri pindah. Mereka berpendapat, uanglah yang jadi dasar pemikiran Nasri. Seperti diketahui, City sudah memberikan tawaran sebesar 20 juta poundsterling (setara Rp 246 miliar) untuk mendapatkan Nasri. (GL)

De Gea Dibela Legenda Arsenal
Tjatur Wiharyo | Rabu, 17 Agustus 2011 | 00:37 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Legenda Arsenal, Ian Wright, mengaku yakin David De Gea akan menjadi salah satu kiper legendaris Manchester United (MU), meski belum mencatatkan clean sheet untuk MU. Menurutnya, De Gea butuh waktu beradapatasi, mengingat ia masih berusia 20 tahun dan tak pernah bermain di luar Spanyol sebelumnya.

De Gea dibeli MU dari Atletico Madrid pada Juni lalu. Ia telah membela MU di dua ajang resmi, yaitu Community Shield melawan Manchester City dan Premier League melawan West Bromwich Albion. Kedua pertandingan itu dimenangkan MU dengan skor 3-2 dan 2-1.

Legenda Liverpool, Alan Hansen, menilai rekor selalu kebobolan itu menggoyahkan kepercayaan pemain MU kepada De Gea, yang dibeli untuk menggantikan Edwin van der Sar.

"David De Gea masih bisa berkembang menjadi salah satu kiper legendaris Manchester United. Ia baru 20 tahun dan masuk ke tim setelah dibeli dengan harga mahal," ujar Wright.

"Kesalahan apa pun yang ia buat akan disorot karena ia berada di, bisa dikatakan, klub terbaik dunia. Lampu sorot akan selalu terarah kepadanya."

"Ketika Anda pernah memiliki kiper seperti Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar, selalu akan sulit mengikuti jejak mereka."

"United pernah punya kesalahan ketika merekrut Fabien Barthez dan Mark Bosnich. Namun, Schmeichel sekalipun, pernah mengalami pertandingan sulit ketika pertama kali datang ke MU," tuturnya.


England - League Championship

August 16

FTBarnsley1 - 3Middlesbrough

Postp.Birmingham C.? - ?Burnley

FTDoncaster R.0 - 1Nottingham F.

FTIpswich T.2 - 5Southampton

FTLeeds U.4 - 1Hull C.

FTPortsmouth1 - 0Reading

FTWatford0 - 4West Ham U.

FTCrystal Palace2 - 1Coventry C.


August 17

FTCardiff C.1 - 3Brighton & Hove A.

FTLeicester C.1 - 2Bristol C.

FTMillwall2 - 2Peterborough U.

FTBlackpool0 - 1Derby County
England - League One

August 13

FTBournemouth2 - 0Sheffield W.

FTBury0 - 2Carlisle U.

FTChesterfield1 - 1Stevenage

FTColchester U.1 - 1Wycombe W.

FTExeter C.0 - 2Milton Keynes Dons

FTHartlepool U.1 - 1Walsall

FTLeyton Orient0 - 1Tranmere R.

FTNotts County1 - 2Charlton Athletic

FTRochdale2 - 2Huddersfield T.

FTScunthorpe U.1 - 1Preston North End

FTSheffield U.2 - 0Brentford

FTYeovil3 - 1Oldham Athletic


August 16

FTBournemouth1 - 3Stevenage

FTBury2 - 1Sheffield W.

FTChesterfield0 - 2Preston North End

FTColchester U.0 - 2Charlton Athletic

FTExeter C.1 - 2Brentford

FTHartlepool U.0 - 0Huddersfield T.

FTLeyton Orient1 - 3Wycombe W.

FTNotts County3 - 2Tranmere R.

FTRochdale0 - 0Carlisle U.

FTScunthorpe U.1 - 2Oldham Athletic

FTSheffield U.3 - 2Walsall

FTYeovil0 - 1Milton Keynes Dons



England - League Two

August 13

FTAccrington1 - 2Southend U.

FTAldershot T.0 - 1Northampton T.

FTBarnet1 - 3Port Vale

FTBristol R.1 - 2Torquay U.

FTBurton1 - 1Shrewsbury T.

FTCheltenham1 - 0Swindon T.

FTCrawley2 - 0Macclesfield T.

FTCrewe Alexandra1 - 2Gillingham

FTDagenham & R'bridge0 - 2AFC Wimbledon

FTHereford U.0 - 3Morecambe

FTOxford U.1 - 1Bradford C.

FTPlymouth Argyle1 - 4Rotherham U.


August 16

FTAccrington1 - 0Bradford C.

FTAldershot T.0 - 1Torquay U.

FTBarnet2 - 2Gillingham

FTBristol R.2 - 1Northampton T.

FTBurton1 - 1Port Vale

FTCheltenham1 - 2Morecambe

FTCrawley3 - 0Southend U.

FTCrewe Alexandra1 - 2Rotherham U.

FTDagenham & R'bridge1 - 0Swindon T.

FTHereford U.0 - 4Macclesfield T.

FTOxford U.2 - 0Shrewsbury T.

FTPlymouth Argyle0 - 2AFC Wimbledon



England - Conference National

August 12

FTForest Green1 - 1Stockport County


August 13

FTBarrow1 - 1Tamworth

FTDarlington1 - 0Braintree Town

FTEbbsfleet United1 - 2York C.

FTGrimsby T.0 - 2Fleetwood

FTHayes3 - 1Alfreton

FTKidderminster2 - 3Gateshead

FTSouthport2 - 2Lincoln C.

FTWrexham1 - 1Cambridge U.

FTKettering3 - 2Newport County

FTMansfield T.1 - 1Bath City

Postp.Telford U.? - ?Luton T.


August 16

FTAlfreton0 - 0Southport

FTBath City0 - 2Wrexham

FTBraintree Town5 - 0Grimsby T.

FTCambridge U.1 - 0Telford U.

FTFleetwood0 - 0Darlington

FTGateshead3 - 0Mansfield T.

FTLincoln C.0 - 1Kidderminster

FTLuton T.1 - 1Forest Green

FTNewport County4 - 0Hayes

FTStockport County1 - 0Kettering

FTTamworth1 - 0Ebbsfleet United

FTYork C.3 - 1Barrow



England - Conference North

August 13

FTBishop Stortford0 - 2Colwyn Bay

FTEastwood Town2 - 2Droylsden

FTGainsborough3 - 1Solihull Moors

FTGuiseley3 - 0Hinckley U.

FTHalifax T.1 - 3Corby Town

FTHarrogate3 - 2Altrincham

FTHiston2 - 2Blyth Spartans

FTHyde FC2 - 1Worcester C.

FTNuneaton1 - 2Stalybridge Celtic

FTVauxhall Motors0 - 2Gloucester City

FTWorkington1 - 2Boston U.


August 15

FTHinckley U.3 - 0Gainsborough

FTWorcester C.2 - 0Vauxhall Motors


August 16

FTAltrincham1 - 1Workington

FTBlyth Spartans2 - 3Halifax T.

FTBoston U.1 - 1Histon

FTColwyn Bay0 - 1Hyde FC

FTDroylsden2 - 0Guiseley

FTNuneaton0 - 0Gloucester City

FTSolihull Moors0 - 2Eastwood Town

FTStalybridge Celtic3 - 2Harrogate

05:32August 17

FTCorby Town6 - 1Bishop Stortford



England - Conference South

August 13

FTBoreham Wood0 - 1Havant and W.

FTChelmsford0 - 1Truro City

FTDover A.4 - 0Dorchester Town

FTEastbourne Borough1 - 1Farnborough T.

FTEastleigh0 - 2Basingstoke

FTHampton & Richmond1 - 2Bromley

FTMaidenhead U0 - 4Tonbridge Angels

FTSalisbury City1 - 1Thurrock

FTSutton United0 - 5Woking

FTWelling U.1 - 1Staines Town

FTWeston Super Mare0 - 4Dartford


August 16

FTBasingstoke4 - 1Weston Super Mare

FTBromley4 - 0Boreham Wood

FTDartford2 - 1Eastbourne Borough

FTDorchester Town4 - 0Maidenhead U

Postp.Staines Town? - ?Chelmsford

FTThurrock0 - 4Dover A.

FTTonbridge Angels1 - 4Sutton United

FTTruro City2 - 1Eastleigh

FTWoking2 - 1Hampton & Richmond

05:32August 17

FTFarnborough T.1 - 0Salisbury City

FTHavant and W.1 - 2Welling U.



No comments:

Post a Comment